Wednesday, January 2, 2013

Perjalanan Ke Mahameru (Part 1)

#Cuma iseng dan sekedar mau share pengalaman aja, semua fakta dibawah ini berdasarkan pemikiran dan pendapat secara pribadi..

Perjalanan ke mahameru tidak se asik dan se enak yang pernah aku bayangkan. Awalnya aku pikir bisa ke Mahameru adalah suatu perjalanan yang aman dan santai-santai saja, ternyata malah sebaliknya. Dan ketika tiba disana aku baru sadar dan cepat-cepat merubah niatku yang tadinya ingin bersantai ria sambil liburan menjadi lebih mempersiapkan mental fisik dan psikologis, karena perjalanan dari Ranupani ke puncak Mahameru membutuhkan energy yang tinggi. 

Dan bagi pembaca yang sekiranya pingin ke Mahameru perlu mempersiapkan segala kebutuhan yang anda perlukan. Jangan sampai anda tidak membawa apa-apa, dan usahakan anda pergi bersama orang yang sudah punya pengalaman kesana. Kebetulan saya orang yang memiliki pengalaman pertama ke mahameru dan alhamdulillah aku pergi bersama orang yang udah berpengalaman kesana.

Sebelum ke puncak mahameru, banyak destinasi-destinasi yang harus aku lewati, untuk menuju puncak membutuhkan waktu minimal 2 hari selama perjalanan, dan destinasi-destinasi yang harus dilalui : dari Malang ke Tumpang, Ranupani, Ranu kumbolo, kalimati, Archopodo, dan Mahameru.

Pengalaman ke Ranupani.
Tepatnya pada hari sabtu tanggal 22-Desember-2012, aku dan teman ku berangkat dari surabaya dan tiba di Tumpang sekitar jam 11 pagi. Ada beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan yaitu : surat kesehatan dari puskesmas, foto kopi KTP, dan surat ijin masuk. Dan segala persyaratan ini bisa anda persiapkan sebelum keberangkatan. Dari Tumpang menuju Ranupani aku menyewa satu mobil Jeep dengan rombongan lain. Satu mobil Jeep bisa mengangkut max 15 orang. Dan perjalanan terus aku jalani selama kurang lebih 1,5 jam menuju ke Ranupani. Jalan yang ekstream dan offroad menuju ke Ranupani dan akhirnya aku tiba ke Ranupani. Dan disini aku dan teman-teman ku mulai membuat surat perijinan dan membayar biaya administrasi. 

Ranu Kumbolo
Aku berjalan dibawah rintikan hujan, tidak peduli waktu itu pukul 14.30 hujan mengguyur begitu deras dan aku beserta temanku terus melanjutkan perjalanan dengan bermodalkan sebuah mantel. Pada perjalanan dari Ranupani menuju ke Ranu kumbolo jauhnya sekita 10.5 km. Dan kami harus melewati 4 pos yang disediakan sebagai tempat peristirahatan. Dan pos yang ke-4 adalah pos perbatasan masuk ke wilayah Ranu Kombolo. Untuk waktu yang kami tempuh selama 7 jam. Kami berangkat dari pukul 14.30 dan tiba di Ranu Kumbolo pukul 21.30. its  a long journey bro” but always keep spirit”. 

Tiba di Ranu Kumbolo aku langsung mendirikan tenda dan langsung istirahat, yah walaupun sempat berbincang2 ringan dengan sesama teman. Dan suasana malam itu adalah suasana malam pertama ku tidur kedinginan tanpa AC dengan tingkat kedinginan 15 Celcius.

Kalimati
Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi.” Itu nyanyian zaman kecil ku dulu, dan lagu itu sama sekali tidak berlaku pada aku yang sedang berada didaerah pegunungan. Bangun tidur ku terus bersiap diri, tidak lupa membawa jaket sendiri. Yah begitulah sanking dinginnya daerah di pegunungan sampe2 harus pakai baju berlapis2. 

Tepat jam 10.30  aku berangkat dari Ranu kumbolo ke kalimati, waktu yang dibutuhkan sekitar kurang lebih 4 jam. Nah ini recommended bagi teman2 yang air nya sudah habis untuk digunakan untuk minum dan masak, saatnya untuk mengisi ulang air, karena didaerah kalimati terdapat sumber air yang murni yang bisa anda gunakan untuk keperluan anda selama perjalanan. Aku juga mengisi ulang air ku yang hampir habis. Dan dari kalimati aku terus melanjutkan perjalanan ke Archopodo.

Archopodo
Archopodo adalah sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi para pendaki yang mau ke puncak mahameru.  Maksudnya banyak pendaki yang naik ke puncak mahameru dan meninggalkan semua barang2nya di Archopodo.

Ketika aku berangkat dari kalimati ke archopodo membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam. Banyak tanjakan-tanjakan yang harus dilewati, dan disini benar-benar harus membutuhkan tenaga ekstra super. Bagi anda yang mau ke archopodo sebaiknya berdiskusi dengan teman atau pihak lainnya (jika masih ragu). Karena pihak wisata hanya bertanggung jawab atas perjalanan anda sampai di kalimati dan jika anda berminat melanjutkan perjalanan anda, itu adalah tanggung jawab anda sendiri. Bukan mau nakut-nakuti, itu adalah sebuah peringatan yang harus anda perhatikan ^^.

Dan akhirnya aku tiba di Archopodo tepat adzan maghrib dikumandangan, emank disana tidak terdengar suara adzan, itu hanya asumsi ku saja ,, hehehe”.  Setiba di Archopodo hujan mengguyur rintik-rintik, dan aku dan temanku terus memasang tenda dan langsung memasak buat makan malam. Ini pengalaman pertama ku makan diatas gunung, dan entah kenapa semua masakan terasa enak di lidahku, padahal kami Cuma memasak nasi, tempe dan oseng2 yang asal jadi. Tapi rasanya begitu nikmat. Hoho.

Pukul 22.00 malam aku beristiahat sampai jam 23.30. temanku membangunkan ku untuk packing dan meninggalkan semua barang bawaan kami di camp dan melanjutkan perjalanan ke Puncak Mahameru. Mengapa naik ke puncaknya malam hari? Banyak alasan, selain cuacanya dingin dan berangkat di malam hari bisa mengurangi resiko bagi kita semua. Jika kita berangkat malam dan tiba disana pagi, dan bisa kembali lagi ke camp sebelum pukul 11 siang. Karena berdasarkan isue dan pengalaman diatas pukul 11 siang Gunung Mahameru biasanya mengeluarkan gas beracun dan arah angin yang berhembus ke arah puncak tempat pendakian. Maka diperlukan kewaspadaan yang tepat.

To be continued...

0 comments:

Post a Comment