Saturday, February 23, 2013

I’TIKAD CINTA


Suatu pagi yang hening ketika langit dan bumi bertasbih memuja Asma-Nya. Tersingkaplah  seorang pemuda yang sedang mencari kebenaran Tuhan. Yang yakin terhadap janji-janjinya. Usia nya sudah cukup matang dalam mencari seorang pasangan gadis untuk di khitbahnya. Tapi hingga sekarang tak ada wanita manapun yang sesuai dengan keinginannya.

Suatu malam yang sunyi ketika manusia menghembuskan nafas tidurnya disana pulalah orang-orang yang taat sedang bertaqarrub dengan ilahnya. Dimalam yang sunyi ini aku bermimpi bahwa ada yang membbisikkan kepadaku di ujung selatan akan ada seorang wanita  yang nantinya akan menjadi jodohku. Aku terbangun ditengah malam yang sunyi senyap. Ku tatap bulan yang remang-remang mengisyaratkan bahwa akan ada kabar gembira.

Ku tinggalkan tempat tidurku, menuju ke kamar mandi untuk berwudhu dan qiyamul lail. Setelah ibadah aku kembali tidur, tiba-tiba aku dikejutkan oleh mimpi yang sama. Kali ni aku meliihat ada sebuah gubuk dittengah-tengah hutan. Aku tidak mengambil pusing, aku kembali tidur. Kali  ini aku terbangun lagi dan dikejutkan dengan mimpi yang sama. Tapi anehnya digubuk itulah terdapat wanita yang nantinya akan menjadi jodohku.

Subhanallah,’ apkah ini sebuah petunjuk darimu ya rabb”? sudah tiga kali mimpi ini terus terulang dan mungkin ada sebuah rahasia dibalik mimpi ini. Keesokan paginya aku memutuskan untuk mencari gubuk yang telah mengganggu istirahatku semalaman, telah kubulatkan tekad ini dalam meraih mimpi.

Sebuah perjalanan yang begitu berat yang kurasakan, berminggu-minggu telah terlewati berbagai bukit dan lembah kulalui, tetapi tak juga  ku temukan sebuah gubuk seperti yang  dalam mimpiku. Di tengah perjalanan aku mengerjakan shalat hajat agar allah mengabulkan segala yang ku harapkan.

Selesai shalat tepat didepan mataku ada sebuah gubuk yang sangat tua. Aku coba mengetuknya. Ternyata ada seorang wanita membukakan pintu. Aku melihat seorang gadis berdiri tepat dihadapanku. Aku tidak melihat ada wanita yang cantik disana. Tiba-tiba aku melihat wanita kumuh yang agak tua datang mendekati kami. Beliau adalah sang ibu dari gadis itu yang baru pulang dari sawah.

Aku sangat yakin rumah ini sangat persis seperti yang ada dalam mimpiku. Aku meminta izin untuk tinggal beberapa hari disana dan Alhamdulillah ahlul bait tidak keberatan, malam berikutnya aku kembali bermimpi bahwa aku telah tiba ditempat yang aku tuju. Aku tidak dapat melihat gadis yang bakal jadi jodohku. Hanya ada seseorang yang membisikkan namanya kepadaku..

Esok harinya  aku coba bertanya siapakah nama gadis kumuh itu, rupanya tak disangka namanya sama persis seperti yang adda dalam mimpiku. Aku tak percaya. Sungguh tuhan tidak adil atas semua ini. Mataku padam hitam kelam ketika akan menerima kenyataan ini, dan aku berinisiatif untuk melenyapkannya dengan menusuk tubuhnya dengan sebilah pisau. Dan melarikan diri. Ketika sang ibu pulang sangat terkejut melihat anaknya bercucuran darah dan segera membawanya ke rumah sakit hingga pindah dari desa itu. 

Empat tahun kemudian, aku sangat bahagia telah memiliki seorang istri yang cantik,anggun dan solehah. Tapi yang membuatku janggal adalah aku sama sekali belum kenal asal usulnya dimana tempat kampung halamannya dahulu dan juga sebuah bekas di tubuhnya tak sengaja kulihat ketika menyusui anakku yang berumur baru 2,5 tahun. Aku harus menutup keganjalan ini. Ku beranikan hatiku  menyanyakan kepadanya dan  bekas apakah gerangan yang ada di tubuhnya. Setelah ku tanyakkan soal itu sang istri tampak paham dan angguk-angguk dalam mendengarnya. Sang istri menjawab. Dulu ada seorang pemuda yang baru Ia kenal berkunjung kerumahnya dengan niat baik. Dan ia sangat percaya pada pemuda itu.

Hingga  suatu saat entah apa yang dipikirkannya kemudian ia menikam diriku dengan pisau hingga membuatku seperti sekarang ini. Dan akhirnya kami sekeluarga pindah ke kota untuk mencari ketenangan disana. dan disana lah kami mulai tidak meladang lagi karena sudah ada bekal untuk hidup. Dan aku mulai merawat diri hingga saat ini. Banyak dari temanku katanya aku lebih cantik dari sebelumnya, ketika aku masih dikampung dan meladang.

Setelah mendengar panjang lebar ceritanya, aku ada merasakan sesuatu sebuah aura yang pernah ku lalui masa-masa yang sulam.Jadi wanita ini adalah wanita yang pernah kulukai dahulu. Dan dia melanjutkannya dia sudah memaafkannya bagi pria yang tak dikenal yang telah buatnya terluka. Aku coba kembali bertanya untuk meyakinkan benarkah apa yang dia ucapkan? Ternyata benar. Tak bisa ku urungkan  lagi niat untuk meminta maaf kepadanya. Bahwa wanita yang dulu pernah kusakiti sekarang telah menjadi istriku sendiri.

Aku terus berterus terang atas kejadian empat tahun yang lalu,bahwa pemuda brengsek yang pernah melukai dirinya adalah aku seorang yang telah menjadi suaminya. Tak sadar aku telah meneteskan airmata hinnga membasahi seluruh mukaku. Sang istri juga tidak tahan melihat tangisku yang begitu mengguncang, hinnga ia mengatakan. Bersabarlah dalam menghadapi cobaan. Setiap janji allah itu indah maka janganlah kita berprasangka buruk terhadap-Nya dan aku  juga telah lama memaafkannmu.

Sumber : Instingku pribadi.

0 comments:

Post a Comment