Friday, February 22, 2013

Kuliah sambil cerita Korea

Hari ini saya kuliah bersama dosen yang baru mengajar di jurusan saya, bagi saya suasana kali ini berbeda, yang biasanya setiap kuliah saya selalu merasakan suasana yang tegang sangat tidak nyaman namun kali ini tidak seperti biasanya. Dosen yang berinisial Pak AD ini lebih banyak menceritakan pengalaman pribadinya di korea dan memotivasi mahasiswanya untuk belajar dan terus berkarya.

Hal ini sangat langka dan baru saya rasakan bisa kuliah sambil cerita korea, begitulah istilahnya. Tau sendirilah gimana karakter dosen-dosen di Institute yang berkaitan erat dengan teknik. Kebanyakan dari mereka adalah dosen killer dan membuat banyak mahasiswa frustasi. Dan hal itu berbeda dengan yang saya rasakan hari ini.

Pak AD lebih banyak menceritakan pengalamannya selama menjadi mahasiswa di Penyu University Busan, Korea. Beliau adalah mahasiswa lulusan angkatan 2005. Beragam cerita yang beliau ceritakan, saya teringat ketika beliau mengatakan tentang karakteristik mayoritas orang Korea adalah mandiri dan tidak suka mengganggu urusan pribadi orang lain. Beliau mengawali ceritanya ketika ada seorang bapak tua yang tidak sengaja ditabrak oleh pengendara mobil yang sedang mabuk, bapak tua itu terluka dan mengeluarkan darah sehingga tidak menyalahkan si pengendara mobil, ketika si pengendara mobil menawarkan untuk mengantarnya ke rumah sakit, bapak tua itu menolak dan mengatakan “koenchanayoe” Saya baik-baik saja dan memutuskan pergi ke rumah sakit sendiri tanpa diantar oleh si pengendara mobil.

Beliau juga menceritakan kebebasan mahasiswa Korea dalam berpakaian dan melakukan aktifitas yang tidak biasa didalam kelas. Seperti membawa makan dan minum dikelas, memakai kaos, dan sandal jepit. Terkadang pada Summer Season tidak sedikit mahasiswa/i korea yang memakai pakaian yang minim. Dan hal itu juga dibolehkan bagi kami ketika berada didalam kelas beliau, dan tidak termasuk point terakhir. Huhuhu.

Orang korea adalah orang yang selalu bertanggung jawab terhadap urusan pribadinya, pekerja keras dan saling membantu. Ada satu cerita yang sangat menyentuh hati saya mengenai pengalaman bapak AD di korea. Suatu ketika beliau ketinggalan tasnya dikereta, kemudian beliau memutuskan untuk melaporkan kepada security yang ada di statiun. Dan petugas statiun secara teknis waktu keberangkatan kereta, waktu tiba dan nomor gerbong kereta. Kemudian petugas menyuruh menunggu hanya dalam waktu 15 menit dengan seketika tasnya kembali tanpa ada barang yang hilang satupun, bapak AD sangat bersyukur karena tas nya telah kembali, dan dengan yakinnya Pak AD mengatakan “itulah Korea bukan Indonesia.”

0 comments:

Post a Comment