Monday, February 25, 2013

Pengalaman Mahameru Part 2


Ketika kami menginjakan di kaki pegunungan Mahameru ini, hawa udara terasa sangat dingin hingga mencapai 5 derajat celcius. Pada pukul 23.30 kami melanjutkan perjalanan dari Archopodo menuju puncak gunung Mahameru.  Kami adalah pendaki pertama yang melakukan start perjalanan ke puncak. Sedangkan rombongan lain baru melanjutkan perjalanan mulai sekitar jam 1 sampai jam 2 malam. Dan ada juga yang start mulai pukul 12.00 malam tapi dari Kalimati.

Suasana malam yang begitu sunyi sehingga tidak terdengar sedikit suara pun, yang hanya terdengar suara angin yang menderu-deru dan membuat badan kami semakin kedinginan. Aku yang sudah memakai 4 lapis baju 2 lapis jaket dan selapis mantel hujan masih juga merasakan dinginnya udara di puncak Mahameru. Tanganku serasa mati rasa sanking dinginnya sehingga mejadi beku. 

Suasana malam disana sangat gelap, sialnya baterai lampu senter ku habis dan terpaksa nebeng dengan lampu senternya temanku. Sepanjang perjalanan kami tempuh dengan desahan napas yang tersenggal-senggal. Ini adalah perjalanan pertama ku ke puncak Mahameru. Ketika ku lihat keatas tampak puncak mahameru yang membatasi ujung  langit. Pandangan diatas sungguh memotivasi seakan-akan kami hampir tiba disana, padahal masih 5 jam perjalanan lagi.

Kami yang awalnya pergi bersama-sama sekarang terpisah karena perbedaan fisik dan stamina.  2 temanku sudah diatas, mereka mempunyai kaki yang kuat terus mendaki tanpa berhenti, aku tertinggal jauh dibelakang. Hingga akhhirnya disusul sama rombongan pendaki di belakang. Angin disini benar-benar dingin. Sampai-sampai aku tertidur diatas batu yang besar sanking lelahnya. Para pendaki lain juga banyak melakukan hal demikian, sampai ada yang tertidur selama satu jam.

Sinyal disini terkadang ada kadang gak, gak jelas. Banyak para pendaki yang memencet-mencet tombol hp, ntah sms temannya. Lucunya, ketika ada satu temanku yang tertinggal jauh ketika mendaki puncak Mahameru, karena sanking putus asa nya dia sms ke kami kalo dia gak sanggup lagi naik ke puncak dan mau turun aja dan menunggu kami ketika turun dari puncak. Namun entah kenapa dia tetap naik dan mengurungkan niatnya untuk turun. Sms nya masuk ke hp kami ketika kami turun dari puncak di Ranupani karena disana terdapat sinyal hp yang lumayan bagus.

Setelah berangkat dari Archopodo dari jam 12 malam akhirnya kami tiba di puncak Mahameru pada pukul 6 pagi. Disana adalah spot atau intinya dari keindahan alam yang selama ini kami nanti-nanti dan terdapat pemandangan samudera diatas awan. Ternyata sudah banyak para pendaki tiba duluan dipuncak, dengan bangga mereka berteriak memberikan semangat bagi pendaki yang masih tertinggal dibawah. Aku sempat mendengar ada yang berteriak ke aku, “ayo mas tinggal 5 centimeter lagi mas, semangat.!”. 5 centimeter apanya ??’ masih 50 meter lagi perjalanan dan membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit lagi. Jangan-jangan mereka korban film 5cm kale.”

Keindahan puncak Mahameru memang sangat mempesona, terdapat pemandangan yang luar biasa. Dari sana kita bisa semua gunung dan bukit-bukit dengan savana yang sangat indah dan juga terdapat curam-curam yang menuju ke kaki gunung. Ketika kita berada diatas puncak gunug Mahameru ini seakan-akan kita berada diatas awan, terlihat awan yang berjalan dibawah kaki para pendaki. Terbuktilah dengan judul lagunya Nidji terdapat “samudera diatas awan.”  

Puncak Mahameru ketinggian 3676 mdpl.

0 comments:

Post a Comment