Tuesday, July 23, 2013

Touring to Penyengat Island

Tanjung Pinang, Terkenal dengan sebagai ibukota dari Kepulauan Riau atau yang sering kita dengar dengan Kepri. Nama kota yang terletak di pulau Bintan ini memiliki keindahan alam yang luar biasa, seperti keindahan alam pada pantai Trikora, Lagoi, dan disetiap pesisir-pesisir pulau yang terdapat view sangat menakjubkan. Begitu juga dengan Pulau Peyengat yang memiliki keindahan yang tidak kalah dari tempat wisata yang lain, ditempat ini terdapat banyak sekali makam Kerajaan Islam yang bediri pada abad 18 masehi.

Bertepatan pada hari minggu kemarin saya berkunjung ke pulau ini dengan teman saya "Vina", sebelumnya kami sudah berencana untuk pergi kesini, Vina adalah teman saya dari tempat saya kerja praktek di kantor PT PLN, Tanjung Pinang. Awalnya saya cuma mencari informasi aja bertanya-tanya ke Vina tentang pulau penyengat, tapi setelah ngobrol lama Vina bersedia menemani saya ke Pulau indah ini. yey,,! Menurut kata orang disini, kalo ada pendatang yang sudah lama ke Tanjung Pinang tapi belum pernah ke Pulau Penyengat, maka belum bisa dikatakan SAH kalo dia sudah ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Sebenarnya sih bukan karena sah atau tidaknya, saya cuma penasaran aja dan ingin mengisi waktu libur saya daripada kosong tanpa diisi dengan kegiatan apapun.

Awal perjalan kami, semalam saya dan Vina udah janji mau pergi jam 9 dari rumah, karena Vina masih ada kegiatan dirumah dan jadinya kami perginya jam 10 pagi berangkat dari rumah, keadaan saat itu sangat panas, tetapi tidak menghalangi kami untuk pegi ke Pulau Penyengat. Dari rumah kami pergi ke Pelabuhan sekitaran 15-20 menit, setibanya disana kami langsung parkir motor ditempat yang sudah disediakan dan membeli tiket penyebrangan dengan menggunakan perahu Pompong cuma seharga 6.000 per orangnya, cukup murah bukan?'

Satu Pompong berisi 15-20 penumpang plus 1 Nahkoda-nya, tetapi kemarin pas kami kesana keadaan disana lumayan ramai dan tidak terlalu sepi juga. Soalnya banyak juga pendatang-pendatang dari luar pulau lainnya seperti Batam, Tanjung Pinang, dan Malaysia setau saya sih begitu. Menyebrang dengan perahu Pompong ke penyengat paling tidak menghabiskan waktu sekitar 10-15 menit, kita tidak perlu menungu terlalu lama. Selepas 15 menit kemudian kami sampai ke penyengat, yang disambut dengan megahnya mesjid  Raja Sultan Riau yang berdiri sejak abad 18 masehi dan dibuat dari putih telur. Cukup indah bukan??'


Setibanya kami disana saya putuskan untuk sholat dzuhur dulu di Mesjid ini, biar lega ntar jalan-jalannya dan gak kepikiran lagi sholat nantinya. Sialnya saya memakai celana yang robek-robek aurat kelihatan dimana-mana, jadi mau gak mau saya minta sarung kepada petugasnya, sampe dikatain "Orang mau sholat kok pake celana bolong-bolong," saya cuma bisa menjawab dengan senyuman, senyuman palsu. Tiba-tiba ada bapak setengah baya nyelutuk disamping saya, "Namanya juga orang jalan-jalan, maklumlah pake pakaian begitu, kalo dia gak bisa melayani masyarakat yang datang kesini, resign aja jadi penjaga disini,," saya baru sadar bapak ini berpihak kepada saya. hahahaha.

Selepas dari Mesjid saya melanjutkan perjalanan dengan menyewa "Bemor" atau "Bentor" nama lain dari Becak motor, seharga 30 ribu plus sama ditungguin selama jalan-jalan. Ada beberapa tempat yang saya kunjungi di pulau ini, berhubung mayoritas wisata disini kebanyakan makamnya, jadi wisatanya cuma peninggalan makam-makan kerajaan dahulu. 

Makam Tengku putri Raja Hamidah wafat (12/7/1844)

Balai pertemuan di pulau penyengat

Keindahan lautan penyengat terletak pas didepannya Balai pertemuan penyengat.

Well, sampe disini dulu cerita saya di penyengat, thanks buat teman-teman yang udah baca. :))

0 comments:

Post a Comment