Monday, September 2, 2013

Pesawat delay, tiba di Surabaya terlambat


Ini merupakan perjalanan perdana saya berangkat dari Bandara Kualanamu ke Surabaya dan pengalaman yang paling pahit saya alami semenjak saya terbang dengan L**n Air, bukan bermaksud untuk menyudutkan satu pihak, saya hanya ingin meng-share pengalaman saya. Dan secara tiba-tiba pesawat yang saya tumpangi delay lebih dari 3 jam setelah transit di bandara Hang Nadim, Batam.

Begini kisahnya, seminggu lalu saya sudah booking tiket L**n air keberangkatan tanggal 29 agustus 2013, tepatnya hari kamis. Terus saya berangkat dari Lhokseumawe (Aceh) ke Medan hari selasa malamnya, rabu pagi saya sudah tiba di medan buat jaga-jaga aja buat nyari akses transportasi ke Bandara Kualanamu (Medan). Kebetulan juga saya di medan ada teman dekat saya yang kuliah di USU, teman dari kecil saya dulu. Dari pagi sampe sore saya habiskan waktu di medan buat jalan-jalan sekitar kota medan, dan malamnya saya coba ke stasiun kereta api medan, disana saya pesan tiket kereta api yang keberangkatan jam 04.00 pagi, lama perjalanan menggunakan kereta api sekitar 37 menit. Tempat pemesanan tiket dan keberangkatan kereta api berada di lantai 2.

Tiket yang saya pesan tujuan Bandara International Kualanamu dengan jadwal keberangkatan pukul 04.00 WIB. Dan tiba di bandara sekitar pukul 5 kurang 15 menit. Tips bagi anda yang ingin berangkat dari Bandara International Kualanamu harus tiba disini kurang lebih 2 jam sebelum keberangkatan. Dikarenakan antrian yang di bandara yang lumayan panjang ditambah lagi dengan lokasi bandara yang sangat luas ditambah dengan bingung-bingung menuju arah mana, itu aja udah habis waktu sejam.

Penerbangan saya dengan L**n Air JT-0970 tujuan Surabaya melalui via Batam, jadwal sesuai tiketnya berangkat pukul 07.00 pagi dari Kualanamu kemudian tiba di Bandara Hang Nadim, Batam pukul 08.45, dan berangkat dari Batam pukul 09.09 pagi kemudian tiba di Surabaya pukul 11.00 pagi. Ini jadwal resminya sesuai yang tertulis didalam tiket yang saya pesan, nyatanya setelah pukul 08.45 saya mendarat di Batam tidak ada pemberitahuan apapun dari pihak bandara tentang jadwal keberangkatannya. Sudah 2 jam kami penumpang L**n Air tujuan Surabaya menunggu barulah ada pengumuman yang bunyinya begini : “Perhatian-perhatian untuk keberangkatan pesawat Lion air JT-0970 tujuan Surabaya untuk sementara ditunda dulu sampai ada pemberitahuan selanjutnya.”. Semua penumpang yang mendengar pengumuman itu langsung menunjukkan ekspresi yang kurang senang dengan kebijakan dari pihak petugas, ada yang kecewa, hingga ada yang tidak terima dengan berkata-kata tidak jelas, dan kebanyakan dari penumpang juga yang protes atas kebijakan yang tidak sesuai, karena mereka memiliki kegiatan tersendiri yang dianggap sangat pentin., Saya sama sekali tidak ada masalah, karena saya juga toh masih liburan kebetulan gak ada yang perlu di kejar buat cepat-cepat balik ke Surabaya.


Akhirnya setelah menunggu selama 3 setengah jam akhirnya baru ada pemberitahuan bahwa pesawat akan berangkat tujuan ke Surabaya, tepatnya pukul 13.00 dan tiba di Surabaya pukul 14.40 sore. Alasan pesawat delay karena ada kesalahan teknis pada kondisi pesawat sehingga  perlu waktu untuk memperbaikinya.  SO, WeLCOME TO SURABAYA..”   

2 comments:

  1. saya sebagai warga di Medan juga ikut merasa sulit dengan pemindahan lokasi airpot dari polonia ke bandara kualanamu. dimana semuanya sudah terbiasa dengan akses dekat kota sekarang pindah jauh ke ujung kulon seperti tempat jin buang anak "istilahnya" lalu akses transportasi cukup merepotkan dengan damri , kereta api dan kenderaan pribadi yang menjadi tidak nyaman akibat akses jalan yang masih rusak.
    wah.. jadinya curhat nih.. trims untuk berbagi ceritanya.

    ReplyDelete
  2. Iya, terima kasih atas saran dan curhatnya, memang sudah semestinya kalau bandara jauh itu membuat masyarakat susah terutama dibidang trasnportasinya. gak sedikit juga orang yang ketinggalan pesawat karena akses menuju bandara sangat jauh, semoga aja pemerintah kota medan bisa membenahi akses transportasi kesana dengan mudah. untuk saat ini meamang ada ada 3 transport menuju ke bandara tapi masih kurang efektif, menurut saya yang paling efektif hanya kereta api, kalo damri akses belum 24 jam, dan taksi terkesan mahal... terima kasih atas komennya:))

    ReplyDelete