Saturday, November 29, 2014

Liburan Mepet ke Jombang

Pemandangan dari atas bukit Wonosalam, Jombang
Kota Jombang merupakan Kabupaten yang berada di Provinsi jawa timur memiliki luas wilayahnya 1.159,50 km², dan jumlah penduduknya 1.201.557 jiwa (2010). Pusat Kota Jombang terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten, berjarak 79 km (1,5 jam perjalanan) dari barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Jombang memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di persimpangan jalur lintas utara dan selatan Pulau Jawa (Surabaya-Madiun-Yogyakarta, jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban.

Siapa yang tidak kenal dengan kota ini, kota yang dikenal sebagai kota yang memiliki jumlah santri terbanyak dan memiliki sejarah peninggalan pondok yang terdapat makam mantan Presiden RI yang ke-4 Bapak Gusdur sehingga kota ini dijuluki sebagai Jombang beriman, walaupun teman-teman saya sering guyon atau bercanda  menyebut Jombang sebagai kota bermain bukan beriman karena terkait beberapa isu yang tidak baik telah tersebar di beberapa media. Kebetulan sekali ketika waktu libur weekend saya dan Iqbal menyempatkan waktu sekitar 1-2 hari untuk mampir ke rumah Januar di Jombang, sekalian refreshing jalan-jalan meskipun saya pernah ke Jombang sebelumnya menginap di rumah Sekh Danis, tetapi saya hanya berwisata religi saja, menurut saya itu belum cukup untuk mengenal kota Jambang eh salah, Jombang secara mendalam.

Kami tinggal dirumah januar yang berdekatan dengan rel kereta api, konon katanya januar memiliki cita-cita untuk menjadi masinis di perusahaan kereta api, wow... thats awesome! setelah malamnya kami istirahat, esok paginya saya diajak menelusuri pondok Darul Ulum, adalah tempat mondok Januar dan sekh Danis dulunya, disana Januar menceritakan kisah hdupnya selama di pondok. Tempat wisata yang terkenal lainnya adalah Wonosalam. Wonosalam adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kecamatan ini terletak di dataran tinggi di sebelah tenggara Kota Jombang. Kecamatan Wonosalam adalah penghasil durian yang perlu diperhitungkan. Selain itu kawasan Wonosalam juga mempunyai potensi untuk menjadi daerah wisata khususnya agrowisata karena mayorotas penduduknnya adalah petani. 

Pesta durian setiap tahun Wonosalam, Jombang
Setiap tahunnya diadakan pameran durian tepat pada musim durian, para pendatang akan diberikan harga yang sangat murah dan kalau beruntung dapet durian gratis, tapi ingat harus datang pada tanggal panennya sekitar bulan 8-9 setiap tahun. Karena kemarin kami belinya di hari biasa maka harga durian lumayan mahal yang akhirnya kami patungan untuk membeli sebuah durian. Duh, kalau di pulau Sumatra durian gak semahal di pulau Jawa, disana standart harganya mulai dari 15.000 sampai 30.000 beda kalau disini bisa sampai dua kali lipatnya.

Pemandangan diatas bukit Wonosalam, Jombang (Saya, Januar, dan Iqbal).
Perjalanan menuju Wonosalam melalui pedesaan,sawah dan jalannya juga lumayan sedikit berliku-liku jadi setiap menit kami berhenti untuk berfoto-foto di pinggir sawah, maklum di Kota Surabaya gak penah liat sawah yang besarnya sampai ratusan hektar. Diujung bukit Wonosalam kita bisa melihat pemandangan yang menakjubkan, dihiasi dengan aliran air sungai yang jernih dan beberapa pohon-pohon yang hijau. 

Bergaya Bebas diatas bukit bersama Januar
Oh iya,, jangan lupa menyempatkan diri untuk berfoto dengan gaya bersahaja karena Jombang dikenal sebagai kota dan tempat wisata yang menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas dan religi, walaupun banyak juga yang suka mojok,, eh... ini adalah gaya bersahaja kami di depan plang papan "Jombang Beriman", Bersih, Indah, dan Nyaman. :)

Photo Bersahaja Jombang Beriman


0 comments:

Post a Comment