Thursday, December 17, 2015

Ketika Tiba Di Bangkok di Hari Pertama

Tidak percaya rasanya ini kali pertama saya ke luar negeri berbekal tiket pesawat promo dari maskapai AirAsia dan referensi cerita para blogger backpaker yang pernah ke Bangkok. Bangkok merupakan tempat wisata paling recomended bagi anda yang ingin memulai wisata ke luar negeri dengan budget hemat atau lowcost. Hari Pertama perjalanan saya bermula dari bandara International Juanda T2 (SUB) ke DMK (Don Mueang) Bangkok. Kebetulan saya telah check in via web 3 hari sebelumnya jadi langsung ke ruang tunggu (gate) di bandara. Perjalanan surabaya-bangkok memakan waktu kurang lebih 4 jam.
Bandara Don Mueang (DMK), Bangkok
Setiba saya di bandara DMK, Don Mueang Bangkok, saya langsung menuju pintu keluar bandara dan ambil jalan kearah kiri, ya agak bingung2 sedikit dengan berlagak sok pede saya jalan langsung menaiki Bus angkutan A1. Rute bus ini dari bandara menuju Stasiun BTS Mochit, dan kalau Bus A2 menuju ke Victory Monument. Kebetulan saya mau maen dulu ke chatuchak yang berdekatan dengan mochit jadi saya menggunakan Bus A1. 

Chatucak park 

Melepas penat habis perjalanan dari bandara saya singgah sambil menikmati pemandangan di Chatuchak park yang lokasinya berdekatan dengan chatuchak weekend market. Niat awal saya sebenarnya ingin berbelanja di chatuchak weekend market, padahal saya sudah mempersiapkan jauh2-jauh hari untuk belanja disana, saya sudah muter2 nyari yang mana chatucak sampe saya tanyak ke petugas stasiun MRT dan penduduk lokal, akibat minim yang bisa bahasa inggris malah saya ditunjukkan ke arah Chatuchak park, yasudahlah saya nikmati aja pemandangan disini.

Beragam aktifitas yang bisa ditemui disini, mulai orang jogging, olahraga, pacaran dan nyanyi dan joget-joget gak jelas semua itu dilakukan untuk membuat suasana disini tidak monoton alias membosankan. Sempat nyasar ke stasiun MRT sebelumnya, sampe tas saya diperiksa 2x sama petugas, seakan-akan saya mau naik MRT, padahal cuma numpang nyasarr,, hehe :)
MRT Map, bisa ditemukan disetiap stasiun MRT. (MRT Chatuchak Park)
Para pendatang yang santai sambil meikmati pemandangan di chatuchak park

Chatuchak park
Bahkan disini pun banyak para remaja-remaja bangkok yang pacaran sambil tiduran di pinggiran sungai, dengan menyewa tikar beberapa baht kita sudah bisa menikmati suasana disini.
pacaran sambil tiduran
jembatan yang melintasi chatuchak park

Stasiun MRT Chatuchak Park, Bangkok

MRT adalah transportasi umum yang sering digunakan oleh masyarakat di bangkok untuk mengurangi jumlah kemacetan di jalan raya. Harga tiket MRT menyesuaikan dengan jarak yang dituju. Lucunya tiket nya hanya berbentuk koin hitam yang terbuat dari plastik, jadi kadang sering terselip di koin-koin uang recehan baht. Terkadang saya merasa kagum melihat budaya antri orang-orang disini, dengan mendahulukan orang keluar dahulu sebelum masuk, dan masuknya juga gak rebutan. 
Koin Masuk MRT
Loket pembelian koin MRT
Pintu masuk ke kereta MRT
Tiba Di hotel langsung Check in

Setelah naik MRT dari Chatuchak park saya berhenti di stasiun MRT Sutthisan, kebetulan saya cek dari review hotel akses terdekat MRT adalah stasiun sutthisan. Saya turun dan berjalan kearah yang gak jelas, saya coba ke 7 eleven untuk membeli sim card sambil bertanya sama petugasnya malah tidak ada yang bisa bahasa inggris. Sambil menunjukan alamat yang tertera di tiket booking saya, barulah mereka mengerti dan saya dapat menemukan hotel penginapan saya setelah muter-muter selama 1 jam. 


Friday, March 20, 2015

Perasaan Galau Ketika Menyandang Status Sebagai "Job Hunter"

Image credit : geeknewscentral.com
Proses mencari pekerjaan tidak mudah dibutuhkan kesabaran yang besar, untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang bergengsi harus disertai dengan usaha keras dan terus mencoba sampai berhasil, berdasarkan pengalaman yang saya alami didalam mendaftar kerja mustahil rasanya waktu pertama kali daftar langsung diterima, mengingat persaingan yang sangat banyak diantara lulusan-lulusan dari berbagai universitas di Indonesia mau gak mau ya harus survive untuk menonjolkan diri masing-masing.

Sebagai lulusan yang bertitle Fresh Graduate terkadang saya merasa memiliki keterbatasan tersendiri, dan terkadang juga memiliki kelebihan tapi tidak banyak. Disitu terkadang saya merasa galau, dan saya mulai membuka mata dan pikiran saya lebar-lebar dan saya rasa sebuah kata "perjuangan" didalam mencari pekerjaan sangat dibutuhkan. Menurut perhitungan hemat saya sudah puluhan hingga hampir ratusan lamaran pekerjaan telah saya ajukan ke berbagai perusahaan dari berbagai panggilan interview hanya nol sekian persen yang diterima. 

 Seperti yang dikatakan oleh seorang dosen ketika saya masih kuliah dulu ketika menduduki semester akhir, "kerja itu gak gampang, karena kita harus jadi bawahan dulu, tetapi ada juga kok perusahaan yang langsung mengangkat pegawai baru menjadi manager," perusahan mana pak? "Perusahaan bapak lu.." Sudah lumrahmya kali ketika bekerja harus meniti karir dari bawah dulu baru keatas. Biasanya orang-orang merasa sedikit gengsi jika bekerja di perusahaan yang kurang terkenal. Karena ketika ditanyain kamu kerja dimana? umm,, aku kerja di perusahaan A.. itu perusahaan apa ya? kok aku baru denger,, wekeeke laa intinya bekerja untuk mencari rezeki yang halalan toyyibah.. :)

Keep Fighting.. !

Sunday, January 18, 2015

Wisata Alam Indonesia, Menurut Tourist Singapore

Stasiun Surabaya Gubeng
Setelah seminggu berlibur di Jogja akhirnya saya kembali ke Surabaya dengan kereta api ekonomi logawa jurusan stasiun lempuyangan - surabaya gubeng. Rata-rata penumpang yang memesan tiket secara online berada pada gerbong utama, itu sih menurut survey yang saya lakukan sendiri, pertama disini banyak sekali pendatang dari berbagai daerah baik domestik atau internasional kemudian di gerbong ini  semua penumpang dilengkapi dengan gadget yang canggih menggambarkan kalau mereka dapat memanfaatkan teknologi dengan baik alias tidak gaptek. Saya mendapatkan nomor kursi dibagian tengah yang dikelilingi oleh beberapa cewek yang saya tidak kenal, saya merasa salah memilih kursi yang nyaman karena diposisi tengah saya merasa kurang leluasa apa lagi kalau mau ke toilet harus bilang permisi berkali-kali karena melangkahi dan mondar-mandir yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

Saya merasa ada yang unik dengan cewek yang duduk disebelah kiri saya, dari bahasa yang mereka ucapkan sangat asing terdengar di telinga saya, bahasa yang diucapkan sangat cepat dan sulit untuk saya pahami, Si cewek itu dengan asik menulis dibuku diarynya dalam beberapa menit dia telah menghabiskan sampai puluhan lembar dengan tinta tulisannya. Saya memandangnya sangat serius menulis padahal nulis diary tok kok sampai seserius itu, daripada gak enak jadi patung mulu akhirnya saya coba untuk mengajak ngobrol santai, Setelah basa-basi kenalan ini itu cerita panjang lebar ternyata si cewek dari singapore yang nekad datang ke indonesia dengan seorang temannya yang duduk disebelahnya. Katanya sih ini baru pertama kali dia ke Indonesia untuk liburan cuti dari kantornya. Setelah tiba di Indonesia dia langsung terpukau sama keindahan gunung bromo dan gua pindul yang ada di  Jogjakarta. 
Bromo, Indonesia
source : http://fc01.deviantart.net/fs34/f/2008/291/9/0/Bromo_by_mazrobby.jpg
Saya aja sudah 4 tahun kuliah di Surabaya masih belum pernah ke bromo, saya sampai merasa malu ketika ditanya kenapa tidak pernah ke bromo? bromo itu indah loh, kamu tidak dapat melihat keindahan alam seperti itu jika di Singapore, ya iya lah, Singapore cuma negara seukuran di kabupaten di Indonesia disana juga hampir semua lahan sudah dipenuhi dengan bangunan gedung-gedung yang luar biasa besarnya. Oh iya nama si cewek itu 'Masyi', sebelum menginjakkan kaki nya ke tanah Indonesia sebelumnya si Masyi ini sudah pernah mengitari negara-negara tetangga di Asia, dia pernah ke Hongkong, Jepang, dan Singapore. Saya pikir Singapore tidak perlu dihitung lagi karena itu negara asal dia. wekekeeke :D

Dari hasil perbincangan saya dengan Masyi, dan kebetulan kami ngobrol dengan bahasa inggris biar lebih mudah saling memahami. Saya pernah tanya apa kesan kamu selama di Indonesia? like always, semua orang luar negeri yang datang ke Indonesia pasti mengatakan orang Indonesia semuanya ramah-ramah, solidaritasnya tinggi, wisata alam di Indonesia sangat indah dan menawan, dia merasa takjub dengan keindahan alam yang ada di Indonesia seperti wisata Gunung Bromo, dia berharap suatu saat nanti dapat kembali ke Indonesia untuk menjelajah ke tempat-tempat wisata alam lainnya yang ada di Indonesia. Gila bukan? bagaimana dengan masyarakat Indonesia sendiri yang sampai saat ini masih tertidur dan belum menyadari begitu banyak tempat-tempat wisata yang sangat indah yang harus dikunjungi. Saya setuju dengan kata-kata dari buku Trinity "The Naked Traveler". Semakin sering orang yang traveling ke luar negeri maka semakin cinta mereka sama negara tanah air kita sendiri, Indonesia.
Puncak Mahameru (keindahan alam Indonesia)
Saya juga mengatakan rata-rata orang Indonesia kalau liburan sering banget ke Singapore, Singapore kan negara maju, kaya, sangat disiplin dengan kebersihan dan disiplin terhadap peraturan-peraturan yang berlaku disana. Masyi mengiyakan apa yang saya katakan, dia juga menceritakan kesibukan masyarakat disana yang sangat sibuk mengejar karir dan pendidikan, tanpa karir dan pendidikan kita tidak bisa survive jelasnya. Memang kalau dari segi ekonomi, politik dan lain-lain Singapore sangat maju tetapi kalau berbicara tentag wisata alam Indonesia masih  menjadi tempat wisata yang sangat indah untuk dikunjungi. hehehehe

Pesan singkat dari saya, begitu banyak tourist yang datang ke Indonesia menghabiskan waktu liburan mereka, mereka merasa takjub dengan keindahan alam disini, keindahan alam yang mungkin tidak mereka temui disana, cuma kita masih belum mau untuk mengunjungi keindahan-keindahan tersebut. Wisata Indonesia tidak kalah bagusnya dengan yang ada diluar negeri setidaknya kita bisa menghemat pengeluaran biaya transportasi dan dapat meningkatkan perekonomian negara. Seperti kata-kata mutiara yang sering saya temui di iklan "Cintailah Produk Indonesia" atau "Cintailah Wisata Indonesia".


Friday, January 16, 2015

Antara galau nunggu panggilan kerja atau liburan ke Jogja.

Menjadi pengangguran setelah lulus memang sangat membosankan, walaupun memiliki banyak waktu luang, tapi tetep aja masih banyak pikiran habis ini mau kerja dimana, lamar kerja di puluhan perusahaan dari email dan jobfair, dan nunggu penggilan interview terlebih lagi kalau terlalu lama nganggur alias gak dapat-dapat kerja entar uang bulanan keburu gak dikirimi lagi sama ortu. Terus entar mau makan apa? mau makan batu? ckckcck. Jadi pengangguran itu sebenarnya sih enak enak tidak enak. Enaknya sih banyak waktu kosong bisa kemana aja yang kita mau, bisa santai, tidur seharian dan bisa selalu update terus di media sosial, dan tidak enaknya punya tanggung jawab yang gede harus cepet dapet kerja, malu donk minta duit terus sama ortu, hehehehe. Apalagi kalo di Php-in sama perusahaan yang dilamar, nungguinnya hampir setengah tahun tapi belum dipanggil-panggil begitulah nasib pengangguran.

Kalau saya boleh jujur status saya saat ini adalah sebagai korban di php-in sama persahaan, saya sudah diterima beberapa bulan yang lalu, tapi masih menunggu panggilan kerja yang masih belum jelas kapan?. Karena itu saya mulai merencanakan satu minggu kedepan untuk traveling ke tempat wisata yang indah yaitu Jogja. Daripada waktu seminggu saya habis dengan kegiatan yang gak jelas gini lebih baik saya pergi ke Jogja mencari suasana baru. Sebelum memesan tiket kereta ke Jogja saya menghubungi dulu teman saya yang ada disana namanya 'bang yo'. Bang yo teman saya pas masa sekolah dulu sekarang dia sedang kuliah semester akhir di Jogja. 

Setelah mendapat kepastian dari bang yo saya langsung memesan tiket kereta api secara online langsung pesan tiket PP. Tiket kereta yang saya pesan terkena charge biaya administrasi beberapa persen jadi harganya naik beberapa ribu doank. Lagipun ini trip terakhir saya ke Jogja di penutupan tahun 2014. Karena menurut informasi yang beredar dan sudah pasti fakta yang tingkat akurasinya mencapai 100 persen, bahwa mulai tahun 2015 pemerintah akan mencabut subsidi pada transportasi kereta api jadi harganya bisa melambung lebih dari 100 persen, GILAA.

Saya pikir Jogja adalah destinasi wisata yang lebih efisien untuk saya capai, lagipun disana saya bisa bertemu dengan teman-teman satu rumpun, banyak tempat wisata yang menarik dan tidak membutuhkan biaya yang terlalu tinggi. Jogja merupakan kota yang terindah bagi para wisatawan Asia di Indonesia. Kelestarian budaya khas jawa nya masih kental dan sangat cocok dijadikan sebagai destinasi liburan pada waktu senggang saat ini.

Candi Borobudur, Jogjakarta
Saya juga memiliki alasan kenapa saya memilih Jogja, karena saya ingin kembali lagi melihat keindahan Candi Borobudur dan Candi Prambanan, melihat ramainya pendatang yang belanja di malioboro, misteri pantai parangtritis dan murahnya biaya transportasi dengan menggunakan bis transjogja. Disamping itu Jogja memiliki wisata alam seperti keindahan pantai indrayanti, goa pindul, puncak gunung kidul dan berbagai tempat wisata alam lainnya.

So, Welcome to Jogjaaaa.... 

Thursday, January 8, 2015

Lagi Liburan? Mending ke Bali aja


Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa tempat wisata yang paling mendunia di Indonesia terdapat di pulau Dewata, Bali. Wisata Bali sudah sangat populer dimata para wisatawan Internasional yang memiliki sekitar 3 juta wisatawan asing setiap tahunnya. Mengingat pada tahun 2013 lalu saya bersama teman-teman kuliah satu jurusan mengadakan study eskursi ke Bali kurang lebih selama 3 hari saya berada di bali, saya memiliki waktu yang sangat terbatas untuk bisa berwisata ke seluruh daerah bali, karena tujuannya hanya kunjungan ke perusahaan untuk kepentingan kuliah. 

Tetapi kabar baiknya seusai dari kunjungan dari ke perusahaan-perusahaan yang ada disana, kami juga mengadakan refreshing satu hari penuh ke Pantai Pandawa bali, Ini kali keduanya saya berkunjung ke bali dan baru pertama saya ke pantai yang indah ini, pemandangan sekitar pantai pandawa sangat indah dihiasi dengan langit dan lautan yang biru, pasir putih juga terdapat beberapa tenda buat para bule untuk berjemur disini.  Tidak hanya itu pantai pandawa juga sangat luas dan terdapat beberapa hiburan dan olahraga adrenalin lainnya, sehingga kita tidak terlalu bosan selama berada di pantai ini.

Panoraman pasir putih dan laut biru di pantai pandawa
Liburan wisata di bali tidaklah monoton, selama disini kita dapat menikmati berbagai wisata dan berkunjung di tempat-tempat wisata yang gak kalah indahnya, selain di pantai pandawa juga terdapat tempat wisata di Tanjung Benoa terdapat wisata pulau penyu. Untuk kesana kita harus  menyewa kapal boat untuk menyebrangi laut ke pulau penyu, konon disana katanya banyak sekali penyu mulai dari ukuran kecil sampai ukuran besar dan para wisata bebas untuk memegang sambil berfoto-foto bersama penyu yang unyu-unyu.

Parkiran boat berjejer di pesisir pulau penyu
Tidak perlu khawatir untuk bisa nyebrang ke pulau penyu, karena banyak sekali kapal-kapal penyebrangan yang menawarkan jasanya untuk kesana. Ketika sampai di pulau penyu kita dapat berfoto-foto dengan berbagai tipe dan ragam binatang lainnya. Keindahan pulau penyu sangat cocok untuk mengisi waktu liburan anda selama di bali. Happy Holiday !